b:include data='blog' name='all-head-content'/> Istiqomah Blog | ABK Tuna Rungu
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pages

Banner 468 x 60px

Jumat, 15 November 2013

Dampak Ketunarunguan

2 komentar

1. Mengalami berbagai hambatan
Anak tuna rungu memiliki hambatan pada aspek bahasa, kecerdasan, dan penyesuaian social. Mereka seringkali dihinggapi rasa keguncangan sebagai akibat tidak mampu mengontrol lingkungannya. Mereka harus berjuang dalam meniti tugas perkembangannya.

2. Mengalami masalah pada proses internalisasi suara
Seseorang yang mengalami ketunarunguan mengalami masalah pada organ pendengaran bagian luar, bagian tengah dan bagian dalam yang menghubungkan ke saraf pendengaran sebagai organ terakhir dari rangkaian proses pendengaran mengalami gangguan.

3. Berpengaruh terhadap kepekaan penerimaan suara
Terganggunya organ pendengaran berpengaruh pada kepekaan. Variasi kepekaan menerima suara berupa kepekaan suara nada rendah dan nada tinggi.

4. Kesulitan menerima rangsangan

Konsekuensi akibat gangguan pendengaran atau tunarungu adalah bahwa penderitanya akan mengalami kesulitan dalam menerima segala macam rangsangan atau peristiwa bunyi yang ada disekitarnya

5. Kesulitan memproduksi suara

Penderita tunarungu akan mengalami kesulitan dalam memproduksi suara atau bunyi bahasa yang terdapat disekitarnya

6. kehilangan sesuatu yang berharga

Pendengaran adalah kunci utama pembuka tabir untuk dapat meniti tugas perkembangannya secara optimal. Oleh karena itu anak tuna rungu yang belum terdidik dengan baik terlihat seperti terbelakang walaupun sebenarnya masih semu dan tampak tidak komunikatif

Sumber:
Efendi,Muhammad, 2005, Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan, Jakarta : Bumi Aksara
Read more...

Pencegahan Ketunarunguan

2 komentar

Untuk meminimalkan ketunarungan perlu dilakukan upaya yang bersifat preventif .hal ini dimaksudkan untuk menghindari keadaan yang lebih baik sebagai bantuan supaya anak-anak kita tidak mengealami ketunarunguan. Upaya upaya tersebut adalah :

1. Masa persiapan
a. Kedua calon suami dan istri hendaknya memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu kedokter agar keduanya mengetahui apakah menderita suatu penyakit misalnya penyakit syphilis, tubercolosis sehingga perlu diobati sedini mungkin karenanbesar kemungkinannya berpengaruh terhadap anak yang bakal dikandung.
b. Senantiasa menjaga agar ter hinder dari penyakit yang kemungkinan menyebabkan kelainan pada dirinya terutama yang bersifat hereditif
c. Menjaga diri dari infeksi yang membahayakan

2. Masa prenatal
a. Menjaga agar ibu yang mengandung tetap mendapat vitamin yang cukup dan gizi yang tinggi agar anak yang dikandungnya tumbuh dan berkembang dengan baik dan tidak mengalami kelainan pada organpendengarannya
b. Selama mengandung ibu harus rajin memeriksakan kandungan ke Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA) atau klinik bersalin barangkali terdapat kelainan pada kandungannya.
c. Jika terjadi kelainan segera memeriksakan ke dokter ahli karena apabila plasenta rusak dapat menyebabkan ketunarunguan pada anak
d. Kesehatan ibu dijaga agar bayi tidak lahir sebelum waktunya (prematur)
e. Suasana emosi ibu yang sedang mengandung harus selalu baik karena suasana emosi yang negatif dapat memungkinkan anak lahir prematur
f. Ibu yang sedang mengandung hendaknya menghindari pekerjaan yang berat karena dapat menyebabkan letak kandungan tidak normal
g. Selama ibu mengandung hendaknya tidak meminum obat obat antibiotika diluarpetunjuk dokter
h. Menjaga diri ibu agar selam mengandung tidak terserang penyakit
i. Menjaga agar tidak terjadi keracunan darah karena dapat merusakkan jaringan organ pendengaran.

3. Masa natal

a. Semaksimal mungkin saat melahirkan tidak menggunakan tang (forceps) karena dapat merusakkan sentral saraf pendengaran
b. Ketika proses kelahiran hendaknya selalu dalam pengawasan dokter sehingga apabila kelainan dan kesulitan dalam melahirkan dapat segera dibei pertolongan untuk menhindari kelainan yang dapat mengakibatkan ketunarunguan.
c. Ibu yang melahirkan hendaknya mengikuti petunjuk dokter agar tidak terjadi kesukaran saat melahirkan yang sering juga mengakibatkan anoxia

4. Masa postnatal

a. Penjagaaan kesehatan, kebersihan, dan keamanan perlu dilakukan pada masa bayi dan anak agar terhindar dari infeksi pada organ pendengaran organ dan rongga mulut
b. Ketika anak sakit temperaturnya dijaga agar tidak selalu meninggi karena dapat berakibat kelemahan pada saraf dengar
c. Mengadakan pengawasan terhadap makanan anak agarterhindar dari keracunan darah yang dapat menghambat pertumbuhannya
d. Mengadakan pengawasan agar anak tidak bermain dengan permainan yang merugikan kondisi dirinya. Misalnya pendarahan otak, infeksi otak, dan merusak organ pendengaran.

Sumber:
Efendi,Muhammad, 2005, Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelaian, Jakarta : Bumi Aksara
Read more...

Cara berkomunikasi untuk anak tuna rungu

2 komentar

Beberapa pendapat menyebutkan bahwa seseorang berkomunikasi menggunakan bahasa. Cara yang terbaik dalam berkomunikasi dengan berbicara. Namun dalam situasi ini yang berkomunikasi adalah anak tuna rungu. Padahal anak tuna rungu memliki masalah dalam mendengar dan berbicara. Oleh karena itu terdapat berbagai cara berkomunikasi untuk anak anak tuna rungu yang penggunaannya tergantung pada tingkat masalah pendengarannya dan penanganan awal yang telah dilakukan. Berikut adalah metode metode yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan anak tuna rungu :

1. Metode auditorial oral
Dalam metode ini lebih menekankan pada proses mendengar dan bertutur kata dengan menggunakan alat bantu yang lebih baik seperti penggunaan alat bantu dengar hearing aids. Metode ini tidak menggunakan bahasa isyarat atau gerakan jari yang biasa dilakukan berkomunikasi orang normal dengan anak tuna rungu. Dalam metode ini lebih menekankan pada pembacaan gerak bibir (lip reading). Metode ini menggunakan bantuan bunyi untuk mengembangkan kemampuan mendengar dan bertutur kata yang baik dan membutuhkan latihan pendengaran yang dapat melatih anak-anak untuk mendengar bunyi dan mengklasifikasikan bunyi-bunyi yang berbeda.

2. Metode membaca gerak bibir
Metode membaca gerak bibir ini cocok bagi anak yangmemiliki kos=nsentrasi tinggi pada bibir penutur bahasa. Dalam metode ini lebih menekankan pada penglihatan yang baik. Karena etika berkomunikasi kita harus berkonsentrasi pada gerak bibir yang di ucapkan oleh penutur bahasa kita dengan seksama. Dalam situasi ini penutur bahasa harus berada ditempat yang terang dan dapat dilihat dengan jelas.

3. Metode bahasa isyarat
Bahasa isyarat digunakan secara mudah dengan menggabungkan perkataan dengan makna dasar. Terkadang setiap wilayah atau Negara menggunakan bahasa isyarat yang berbeda satu sama lain. Contoh berbagai bahasa isyarat American Sign Language, Pidgin Sing English (PSE), Seeing Essential English ( SEE ), Signing Exact English (SEE II ), dan di Malaysia adalah Kod Tangan Bahasa Melayu (KTBM)

4. Metode komunikasi universal
Metode universal adalah metode yang menggabungkan gerakan jari, isyarat, pembacaan gerak bibir, penuturan dan implikasi audiotoris atau yang bisa dikenal dengan bahasa isyarat manual-visual. Elemen yang penting ketika menggunakan metode ini adalah penggunaan isyarat dan penuturan secara bersamaan. Dengan metode ini anak anak tuna rungu dapat memahami hal yang disampaikan menurut kemampuan masing-masing.

5. Penuturan isyarat
Metode ini dikembangkan dari metode pembacaan bibir. Menggunakan simbol simbol tangan yang dilambangkan ditentukan dengan bentuk bentuk tangan yang menentukanmaksud perkataan. Terdapat delapan symbol tangan yang ditentukan menurut konsonan yang berbeda dan empat symbol tangan untuk menentukan bunyi yang menyimbolkan huruf vokal.





Sumber :
Muhammad, Jamila, 2005, Special Education For Special Children, Jakarta: Hikmah
Read more...

Karakteristik Anak tuna rungu

2 komentar
1. Miskin kosakata
Anak tuna rungu miskin kosakata karena ketika berkomunikasi mereka tidak sepenuhnya mengerti apa yang kita ucapkan. Mereka hanya mengerti beberapa kata yang sering mereka gunakan dalam berkomunikasi.

2. Sulit mengartikan kata-kata yang mengandung kiasan
Anak tuna rungu dalam memahami kata yang biasa biasa saja terkadang sulit untuk mereka mengerti apalagi kata-kata kiasan seperti dalam puisi lama dan peribahasa.

3. Sulit diajak berkomunikasi
Anak tuna rungu akan mudah berkomunikasi dengan sesama tuna rungu namun akan sulit berkomunikasi dengan orang normal. Karena mereka sering menggunakan isyarat lokal . oleh karena itu agar tidak terjadi miskomunikasi sering digunakan bahasa oral.

4. Detail percakapannya tidak jelas
Ketika berkomunikasi mereka sering menggunakan isyarat lokal yang hanya dimengerti sesama anak tuna rungu sehingga ketika berkomunikasi dengan orang normal detail anak tunar dari percakapanya kurang jelas sehingga orang normal sulit mengerti apa yang mereka katakan.

5. Tidak terkejut apabila ditegur dari belakang
Salah satu cirri anak tunarungu adalah apabila ditegur dari belakang dia tidak akan merespon karena sekeras apapun kita memanggilnya mereka tidak akan mendengar. Kecuali kita menegurnya dengan disertai tepukan kecil dibahunya mungkin mereka akan meresspon.

6. Sulit berkonsentrasi
Ketika pembelajaran berlangsung anak terkadang tidak dapat mengerti informasi informasi yang diberikan guru ketika menyampaikan materi. Karena guru terkadang menyampaikannya tidak jelas sehingga membuat anak bosan dan mencari kesibukan lain seperti mengganggu teman.

7. Prestasi dalam bidang akademik lemah
Prestasi anak tunarungu sebagian lemah dalam pelajaran bahasa. Karena keterbatasannya dalam mendengar dan menangkap materi dari guru. Hal itu membuat anak tuna rungu memiliki prestasi dalam bidang akademik yang lemah.

8. Memiliki rasa kecurigaan yang tinggi
Anak tuna rungu memiliki masalah dengan pendengarannya sehingga apabila ada orang yang berbincang-bincang disekitarnya mereka akan merasa curiga. Karena mereka tidak dapat mendengar mereka mengira bahwa orang yang sedang berbincang-bincang itu membincangkan mereka.

9. perkembangan penuturan dan bahasanya terganggu
gangguan perkembangan seperti ini yang terjadi pada anak-anak tunarungu dapat mempengaruhi perkembangan mental anak.

10. kesulitan dalam ekspresi bahasa.
pada anak tuna rungu untuk menyatakan apa yang dipikirkannya kepadaorang lain akan sulit. Hal ini menyebabkan anak-anak itu mungkin dikucilkan oleh keluarga dan teman-teman yang merasa kesulitan berkomunikasi dengannya.
Read more...
 
 
Istiqomah Blog | ABK Tuna Rungu © 2013 Template Designed by RenvileTieft. Supported by Isthy pm and Isthy Putri. Download this template: Template Blog.